Buat Umrah para Kepsek
Kacab:Tabungan 3 Tahun
Pekanbaru,Tribun-Adanya pemberian gratifikasi dari sejumlah penerbit buku kepada para kepala sekolah dan Cabang Dinas Dikpora Pekanbaru, mulai terkuak. Berdasarkan dokumen yang ditemukan Bawasko Pekanbaru, sumbangan dari tiga penerbit buku untuk men-dukung kegiatan umrah para kepala SD mencapai sekitar Rp 170 juta.
Dalam dokumen yang ditandatangai pengurus Kelompok Kerja Guru I dan Kepala Cabang Dinas Dikpora Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Drs A Dahlan MM, tercantum nama tiga penerbit pemberi gratifikasi (suap) untuk keperluan umrah 30 orang. Peserta umrah terdiri dari Kepala Cabang Dinas Dikpora Kecamatan Sukajadi, 22 kepala SD, tiga pengawas, dan tiga orang lainnya.
Dalam dokumen setebal tiga halaman dan dibuat pada 23 Juli serta 24 Juli 2007 tersebut terdapat daftar nama pe-serta umrah, rincian pengeluaran, dan pemasukan dana. Uniknya, dalam do¬kumen itu juga tercantum pemberian uang Rp 12,5 juta bagi lima kepala sekolah yang tidak mengikuti kegiatan ter¬sebut,
Sumber dana bukan hanya didapatkan dari sumbangan para penerbit buku tetapi juga pemotongan biaya opersional sekolah (BOS). "Kami menyetor uang dari pemotongan dana BOS buku sekitar Rp 5.000. Jatah BOS untuk setiap siswa kan Rp 22 ribu, terus kami potong Rp 4.000-Rp 5.000. Uang itu digunakan un¬tuk tambahan kekurangan ongkos um¬rah. Itu kami lakukan sesuai anjuran pim-pinan," ujar seorang kepala sekolah yang mengikuti umrah, saat ditemui Tribun, Selasa (14/8)
Diungkapkan, ia pernah menolak mengikuti umrah namun kemudian merasa rugi karena sebagian uang tersebut merupakan jatahnya yang berasal dari fee penjualan buku pada tahun lalu. "Di sana ada uang kami juga, yang kita kum-pulkan dari tahun sebelumnya. Uang itu merupakan hasil penjualan buku dari pe-nerbit," ujarnya. Ditambahkan, ia masih memberikan dana tambahan Rp 1 juta bagi beberapa kepala sekolah yang punya murid sedikit.
Dana pemberangkatan umrah berasal dari lima sumber yaitu:
*Pihak sekolah: Rp 128 juta
*Penerbit: Rp 170 juta
*Fee penjualan buku semester I dan II: Rp 20 juta
*Tambahan dana dari tiga orang: Rp 7 juta
*Subsidi silang dari sekolah kecil: Rp 6 juta
Jumlah total pemasukan sekitar Rp 330 juta, sedangkan pengeluaran Rp 373 juta se-hingga terjadi defisit sekitar Rp 50 juta. Belum jelas benar dari mana defisit anggaran tersebut ditutupi.
Kepala Cabang (Kacab) Disdikpora Kecamatan Suka-jadi, Drs A Dahlan MM, ketika dikonfirmasi, Selasa malam, mengatakan para peserta um-rah telah merencanakan kegiatan itu sejak tiga tahun lalu. Pada saat itu, penjualan buku Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dari penerbit masih diperbolehkan.
Dari penjualan buku LKS, sekolah menerima fee 30 per-sen. "Sebanyak lima persen mereka berikan kepada Kelompok Kerja Guru (KKG)," ujarnya.
Dari pengumpulan dana selama tiga tahun itu, biaya umrah hampir tercukupi. "Untuk menutup kekurangan ya dari kami sendiri. Ada di antara ka-mi yang menyumbang Rp 3 juta atau Rp 4 juta, tergantung kerelaan mereka," ujarnya.
Dahlan membantah adanya sumbangan dari distributor dan penerbit buku untuk membiayai umrah tersebut. Apa Anda memerintahkan para kepala sekolah menjual buku disekolah? "Menganjurkan membeli buku tidak pernah. Tetapi saya menganjurkan mereka menggunakan buku dari pe¬nerbit tertentu karena isinya lebih bermutu," ujarnya.
Pemilik CV Prs, distributor buku, mengaku tidak pernah memberikan sumbangan terkait umrah para kepala sekolah tersebut. "Saya hanya mengikuti mekanisme pasar. Apabila ada pihak yang membeli buku dalam jumlah banyak, kami beri diskon. Kebijakan itu saya kira juga dilakukan distributor lainnya. Biasalah, ini mekanisme pasar. Biasanya semua tutup mata," katanya.
Haris Jumadi, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, hasil temuan Ba-wasko sebaiknya dilanjutkan ke jalur hukum, agar menimbulkan efek jera kepada pelakunya. "Saya melihat hal ini telah menjurus kepada perbuatan korupsi. Jadi, harus ditindaklanjuti," ujarnya.
Selasa (14/8) sore, guru dan kepala sekolah beserta Kacab Disdikpora Sukajadi beserta stafnya yang mengikuti umrah telah tiba kembali di Pekan¬baru. Pesawat mereka mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II sekitar pukul 16.30 WIB. (Tribune Pekanbaru 15 Agustus 2007)
dipetik dari :
http://www.haris-jumadi.com/